Struktur Akar Pada Tumbuhan

by dwi , at 21.34 , has 0 komentar
Akar merupakan bagian bawah tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Beberapa tumbuhan ada yang memiliki akar yang tumbuh di udara. Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keadaan ini berkaitan dengan fungsi akar sebagai penyimpan cadangan makanan, akar sukulen, akar napas, dan akar rambut.
Struktur akar terbagi atas dua yakni bagian dalam (anatomi) dan bagian luar (sekunder) atau primer dan sekunder. Struktur akar ini memiliki bagian-bagian dan fungsi tersendiri seperti struktur akar bagian dalam, di setiap bagain-bagiannya tersebut memiliki fungsi tersendiri dalam sebuah akar, begitu pun dengan struktur bagian luar seperti bagian-bagian luarnya fungsi tersendiri. Struktur akar seiring dengan pertumbuhan akar, struktur akar paeda tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan dikotil dapat dibedakan menjadi struktur primer, dan struktur sekunder. Struktur primer dijumpai pada awal pertumbuhan, sedangkan struktur sekunder terjadi setelah akar mengalami pertumbuhan sebagai akibat dari aktivitas kambium. Pada umumnya, tumbuhan monokotil hanya memiliki akar dengan struktur primer karena tidak berkambium. 

a.  Stuktur Primer/Bagian dalam (Anatomi)
Bagian-bagian akar primer dari luar ke dalam terdiri atas jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. 
  • Epidermis : Epidermis (kulit luar) adalah lapisan akar paling luar yang tersusun dari selapis sel hidup berdinding tipis. Sel-selnya tidak berkutikula dan tidak berstoma. Sel-sel epidermis membentuk rambut akar yang berupa tonjolan-tonjolan untuk memperluas bidang penyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah. 
  • Korteks : Korteks (kulit pertama) adalah akar yang tersusun dari jaringan parenkim yang terdiri atas beberapa lapis sel. Sel-selnya berukuran relatif besar, berbentuk silindris memanjang dengan posisi sejajar sumbu akar, dan memiliki banyak ruang antarsel. Ruang antarsel merupakan ruang udara untuk saluran pertukaran gas. Pada umumnya sel-sel penyusun jaringan parenkin tidak berkloroplas, kecuali pada beberapa jenis tumbuhan air dan tumbuhan epifit. Sel-sel penyusun jaringan parenkim memungkinkan untuk menyimpan cadangan makanan. 
  • Endodermis : Endodermis adalah terletak di antara korteks dan silinder pusat, Bagian itu tersusun dari selapis sel yang berfungsi pengatur masuknya air dan garam-garam mineral ke pembuluh kayu (xilem). Dalam dinding masing-masing sel endodermis terdapat pita Capary. Pita Capaspary itulah menyeleksi boleh tidaknya suatu mineral masuk ke pembuluh akar. 
  • Selinder Pusat : Selinder pusat (Stele) adalah seluruh jaringan yang terletak di sebelah dalam endodermis. Terutama, terdiri atas jaringan berkas-berkas pembuluh pengangkut dan jaringan lain. Proses pengangkutan air dan garam-garam mineral dari tanah menuju ke batang berlangsung melalui berkas pembuluh kayu (xilem).  Proses pengangkutan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan berlangsung melalui berkas pembuluh tapis (floem).
b. Strukur Sekunder/Bagian luar (morfologi)
Akar dan batang tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan dikotil memiliki kambium. Kambium merupakan jaringan meristem yang tersusun dari sel-sel yang aktif membelah. Jaringan itu terletak di antara xilem dan floem. Pembelahan sel-sel meristem kambium ke arah luar membentuk floem dan ke arah dalam membentuk xilem. Pembentukan floem dan xilem yang baru itu menyebabkan akar maupun batang tumbuh membesar. Pertumbuhan ini dinamakan pertumbuhan sekunder.

Kambium mula-mula terbentuk dari jaringan parenkim di sebelah dalam floem. Bersamaan denga hal itu, sel-sel perisikel juga membelah. Pertumbuhan sekunder dari pembelahan kedua kelompok sel-sel meristem tersebut membentuk kambium lengkap sehingga irisan melintang agar terlihat berkelok-kelok. Kambium menjadi berbentuk seperti bintang dengan floem di bagian luar dan xilem di bagian dalam. Floem dan xilem yang pertama kali terbentuk dinamakan floem dan xilem primer. Perbedaan kecepatan pembelahan dan pembentangan antara sisi luar dan sisi dalam di antara floem dan xilem primer menyababkan kelokan menghilang sehingga kambium tampak membulat. Perkembangan kambium lebih lanjut tersebut menghasilkan xilem sekunder yang meliputi/membungkus xilem primer dan menyempitkan floem sekunder.

Setelah terjadi pertumbuhan sekunder, terbentuk kambium gabus di bagian korteks atau di perisikel. Kambium gabus membentuk jaringan gabus. Walaupun sel-sel pada jaringan gabus rapat, terdapat lentisel atau celah-celah sel yang dapat dilalui oleh udara.\


Fungsi Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix). Pada dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amilum, dinamakan kolumela.
Akar pada tumbuhan memiliki fungsi bermacam-macam. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain:
  • Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
  • Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
  • Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.

Sekian artikel tentang Struktur Akar Pada Tumbuhan. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.
dwi
About
Struktur Akar Pada Tumbuhan - written by dwi , published at 21.34, categorized as Biologi . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger